saat rumput tetangga lebih hijau

Posted: Agustus 27, 2014 in lautku
Tag:, , , ,

bertahun kemudian teman kecil saya itu datang, lebih gagah, lebih kaya, lebih beruntung, konon.

hati kiri saya berbisik:

duh, laki-laki pemalas itu sudah sukses. padahal dulu, untuk pergi kesekolahpun perlu dilecut oleh bapaknya. dia selalu selamat dari setiap kesalahan tersebab bapak dan moyangnya lebih dulu terpandang dan berada. sungguh beruntung dia

tapi di saat yang sama hati kanan saya juga berkata

nak, ayahmu tak mewariskan apa-apa kecuali nasehat dan kenangan. tak ada rumah bertingkat dua yang ditinggalkannya, namun digendongnya engkau di bahu agar matamu dapat melihat lebih luas dari pemandangan orang-orang yang tengah berdiri di balkon rumah gedong itu. dadamu harus lebih kuat dari karang, sebab hempasan gelombang hidup sangatlah ganas. diajarinya kau membusung dada saat perut tak menyangga apa-apa. “jangan sampai menadah tangan dan menundukkan kepala. walau lambungmu angin sekalipun. gunakan mereka buat berfikir dan merancah hari maka kau akan baik-baik saja”

nak, bila kau adalah kijang jangan berharap menjadi elang, berlarilah lebih kencang maka kau tak butuh terbang untuk sampai ke puncak bukit.

Batam, 27/08/2014

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s