Sepatu kanvas-ku Bolong, Darah Tinggiku Jadi Kumat

Posted: April 9, 2012 in lautku

Mau menginap di hotel, di motel, atau di emperan jalan. Mau cukuran di hairstylish artist, di salon banci atau di tukang cukur keliling. Mau pake mobil, sepeda atau cuma jalan kaki.

Itu semua perkara lumrah, sangat manusiawi. Kenapa harus dibesar-besarkan? Digembar-gemborkan. dasar aneh! Toh setiap hari semua orang pernah melakukannya. Lantas kenapa pada jadi heboh?? Terpukau, terpana, menyanjung-nyanjung. Beuh!!

Tapi kalau kasus seperti Century, bulog gate, pembunuhan Munir, lapindo, bla…bla…bla…..diungkap dan diselesaikan seadil-adilnya dan pelaku baik eksekutor maupun konseptornya dihukum seberat-beratnya. Itu baru keren.

Apa lagi kalau Freeport dan perusahaan asing yang mengeruk kekayaan pertiwi ini di nasionalisasikan. Itu baru fantastis. Spektakuler!!

Tapi kalaupun tidak bisa, mbok.. ya sekolah digratisin tapi dengan fasilitas yang mampu memfasilitasi, dilengkapi dengan pendidik yang terdidik dan mampu mendidik.

berobat itu harusnya murah dilengkapi dengan obat-obatan dan pengobat yang mengobati, bukan bikin malah tambah sakit, tambah menderita dari raga sampai ke jiwa, dari dompet sampai ke saku celana. Bikin impoten saja!!

Harusnya juga pajak itu buat kesejahteraan rakyat, jangan cuma di kitab undang-undang, jangan cuma buat di ruang-ruang sidang.

Bikin jalan yang bagus, bikin transportasi publik yang layak, bikin tata kota yang rindang, bikin pasar-pasar yang bersih, bikin perumahan rakyat yang terjangkau, bikin daerah-daerah tidak lagi tertinggal, bikin sembako jadi murah biar gizi anak-anak kami tercukupi, bikin pengangguran berkurang.

Hak rakyat jangan pake disunat-sunat. Kalau buat rakyat ya buat rakyat…susah yach? Sulit yach??

Jadi berhentilah memanipulasi mata rakyat, berhentilah mengintimidasi nurani rakyat.

Kerja nyata, bung. Bukti nyata! Itu yang kami butuhkan saat ini, jangan cuma angin syurga di musim coblos mencoblos.

Kami sudah gerah dengan akting-akting.

Kami sudah teramat bingung buat membedakan antara politikus dan selebritis atau antara penjabat dengan penjahat.

Tolonglah negeri ini bapak-bapak dan ibu-ibu yang baik, kami lelah menjadi paranoid.

Batam, april 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s