menulis Desember II

Posted: Desember 12, 2011 in lautku

hi Desember, maukah engkau mendengarkan aku? tentang gelegak dan bara yang menelingkupi malamku. ah, ini memang musim yang aneh. entah bagaimana rupa entah siapa nama, tiba-tiba merutap-rutap, memaki maki. aih,se rasa berada di tempat pembuangan akhir kupingku. pengap, busuk dan menusuk. sejatinya aku patut meradang, tersebab nama dan darah dituding miring. tapi dihadangpun hanya akan sia-sia. menghadapi kata tanpa rupa hanya akan buang-buang tenaga. tak digubris. bergeming saja. mungkin pilihan yang cukup bijak. biarlah ia memuntahkan nanahnya. biar saja ia menyileti dirinya sendiri. toh semua sebab kesalahannya sendiri. penyesalan yang ia lampiaskan pada orang lain. Edan!

huh, sudahlah Desember. buang-buang energi saja meladeni calon penghuni rumah sakit jiwa. nanti akan sama saja kita juga sedang booking tempat di sana. jadi bungkam sajalah. nanti juga ia bakal tenggelam dalam nanahnya sendiri, atau mungkin ia akan sekarat digerogoti ulat dan belatung di hatinya. dan Desember, kupastikan Tuhan tak tinggal diam atas hal ini. bersiaplah..

terkutuklah kau dan mulutmu!

Batam Des2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s