Aku Pernah Menciumnya

Posted: Agustus 4, 2011 in ode magenta

Aku pernah menciumnya dua kali. Di sebuah petang yang basah, namun membara penuh gairah. Ciuman pertama rasa strawberry, aku tak dapat menolak. Ada gelisah di sana. Aku diam dan ia bungkam.  Matalah jadi jembatan, dengan sigap menuntunku ke bibirnya. Lembut dan berembun. Mengeja anatomi bibir dan lidahnya. Perlahan namun pasti kuukir namaku di langit-langit mulutnya. Ia tersenyum. Kucuri-curi pandang ke matanya yang tertutup manja. ”adakah aku dalam pejammu?”

Yang kedua kali aku menciumnya di sebuah malam yang sepi dalam rumah mimpi. Aku sudah cukup kenal bau nafasnya. Rindu yang lapar. Jantungnya berdegup menyeru dan memburu tawaku sampai ke lidah. Kami terbahak bersamaan. Mengurai warna dalam pandora malam. Kutelusuri rantau larangan. Lahanku berkebun debar.
”ini penyatuan hati, tuan” lirih angin menyingkap tirai jendela

Batam, Augut 2011

Iklan
Komentar
  1. degraphics berkata:

    Aiiiiiiiiiiiiih, mantaaaaap, 😛 hehehe good work sista, keep writing, I love it 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s