Salam Penghabisan

Posted: Juli 28, 2011 in ode magenta, surat-surat yang tak terkirimkan

Aku menulis ini saat garang matahari menghardikku dari balik jendela kantor. Kapal-kapal telah menambatkan sauhnya di dermaga dan para pekerja mulai sibuk mengemasi keringat yang bercampur dengan debu-debu las. Aku menulis ini untukmu, yang tak pernah lagi menciumku dengan kata dan sapa. Untukmu yang terus menghindar dari tatapan matahari. Untukmu yang kalah atau mengalah pada angin. Aku hanya ingin kau tahu bahwa bait-bait doa yang pernah kau ukir di karang hatiku, belum jua pupus. Ombak tak cukup kuat mengikisnya. Meski kadang buih dan riak menutupi, namun tidak di palungnya. Lalu ketahuilah, sekarang ini bukan lagi tentang harapan namun telah berubah menjadi gelegak yang sewaktu-waktu bisa membuncah.
Dan Ketahuilah juga olehmu, aku hanya ingin kau menjadi nakhoda yang tangguh untuk pelayaranmu itu. Kendalikan kemudimu ketika melewati gugusan kenanganku, karena bisa-bisa kau terjebak di badainya. Tapi tak usah khawatir, takkan pula aku ingin membuat kapalmu karam. Karena buatku, karam atau selamatnya kapalmu sampai ke tujuan bukan lagi dalam kepedulianku. Aku akan menemukan sampan lain untukku dayung, walau hanya dengan bahu yang rapuh. Tapi kuyakin ia punya cinta yang lebih kokoh dari barisan bukit janji-janjimu (yang teramat patuh pada ketidakberdayaan). Dan ketika saat itu tiba, kupastikan engkau orang pertama yang akan mengetahuinya.

Pahamilah. Kau benar-benar akan terjebak di sana.Hahahahha

Selamat atasmu, dia dan orang-orang yang berbahagia,
Batam, Penghabisan 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s