Kata Mereka Aku Norak

Posted: April 6, 2011 in lautku

“Kamu Norak!!” teriak mereka di belakangku. Bukan teriakan yang sebenarnya, hanya sayup sayup sampai, dibawa burung-burung genit yang doyan berkicau.

Kupatut-patut diri dari ujung kaki ke kepala. Kupandangi diriku dari balik cermin. apanya yang salah? kakiku bersih, kukunya selalu dipotong setiap jumat.mm…mungkin bekas luka yang memutih di punggung kakiku ini yang membuat mata mereka risih. yang sering tertutup dengan sepatu obralan atau sendal pandan yang kubeli di kaki lima liburan yang lalu, satu satunya alas kaki yang kupunya? hahaha…Mungkin seharusnya aku membatalkan saja tambahan uang jajan saudari kecilku untuk membeli sepatu high heels impor yang seperti mereka punya.

“Kata mereka kamu Norak!!” wah, si cermin mulai ikut-ikutan berteriak nyaring.

Kutelusuri lagi bayanganku di dalamnya. Apanya yang salah? Mungkin pakaianku yang membuat mata mereka gerah. Mereka barangkali bosan melihat baju-bajuku yang jarang berganti mode dan hampir lusuh.

“ini dunia profesional, jika kamu tak berbenah maka hargamu akan turun!”bisik si cermin mulai mengusikku.

mm…kupikir sudah cukup satu atau dua stel baju setiap lebaran. Mengapa harus menyesaki lemari dengan tumpukan pakaian  yang jarang disentuh. lagi pula percuma menukar mode pakaian setiap musim jika pakaian hati yang suram masih dibawa kemana-mana dan tingkah laku masih telanjang dan purba.”ah,…aku mulai sok suci” umpat si cermin.

“Woi…ngaca donk! ngaca!!” si cermin mulai hilang kesabarannya. Duh, dari tadi aku kan sudah berkaca. Kulihat dalam-dalam siluet wajahku di cermin. “mata yang kelam, menyimpan kesumat ya?” si cermin bertanya. ini mata yang tajam, mata yang menusuk jantung para penyimpan kekerdilan. mata yang menerawang jauh menyusuri darah dan air mata ketidakberdayaan. “sok pahlawan kamu!!”gerutu si cermin.

“Kamu Norak!!” teriak mereka lagi di belakangku. Bukan teriakan yang sebenarnya, hanya sayup sayup sampai, dibawa burung-burung genit yang doyan berkicau.

ah, mungkin aku kurang detail bercermin.kucermati lagi wajahku dicermin. waduh!! mungkin jerawatku yang jadi masalah. wajah yang berjerawat, jarang tersenyum dan seperti orang marah. hahaha…Apa harus aku segera ke salon. treatment, facial atau apalah itu namanya. namun salon mana yang sanggup memuluskan senyum yang terlanjur hilang. Stylish mana yang sanggup menata senyum yang dihapus oleh penghianatan?

“mana kami tau, itu urusanmu” gerutu mereka acuh tak acuh

Semprul!! Bukan urusan mereka??? hahaha, ancur! sekarang mereka dengan mudah menyebutkan ini bukan urusan mereka, setelah sebelumnya mereka ikut campur urusanku? Waduh, ada yang butuh cermin lebih besar nih.

hahaaha…mari bercermin sambil tertawa

Batam, April 2011

Iklan
Komentar
  1. de agustinus berkata:

    Begitulah kata mereka, aku norak…
    Great job sista, penuhi lagi almanak ini dengan buah pikiranmu! 🙂

  2. aryopk berkata:

    saya punya cermin yang terbuat dari es… mau??? 🙂

    btw aku link blog ini ke blog saya ya boleh? 🙂
    http://aryopk.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s