pesan singkat yang teramat panjang

Posted: September 23, 2010 in ode magenta

mendung, dan sebuah pesan singkat datang :

” rantau yang kering, sudah lama kau tak bertanam bunga, aku rindu kupu-kupu, tak kaulihat kebun tetangga? sudah dua kali musim mereka memanen madu. sedangkan kau? apa guna lagi merutapi senja. toh, esok hari ia akan datang jua. kau terlalu dungu, memandang-mandang langit serupa punguk. kena habuk matamu nanti.  sekali-kali lihat jualah tanah seberang, mana tau ada yang mau meminjamkan cangkul buat kau mulai bercocok tanam.

ah, percuma saja aku berceloteh serupa murai, toh senandung yang merdu bagimu hanya nyanyian usang yang diam-diam menjalari ruang sempit dalam mimpimu, hingga kau melupakan pagi yang ingin sekali mengintip jendela hatimu”.

ah, tak akan pernah kureply pesan ini. biarlah berlumut di inboxku

Sekupang, 24 September 2010

Iklan
Komentar
  1. aku berkata:

    aku yakin suatu hari musim semi akan memenuhi tamanmu, salut kawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s