untuk teman baik (katanya)

Posted: Juli 28, 2010 in surat-surat yang tak terkirimkan

menjelang isya, sebuah telpon dari seberang.

hallo, apa kabar? maaf, masih sisa dari pulsa yang kau berikan padaku, teman baik?” jawabku

mmm….begini. tak sedikitpun kuharapkan kabar darimu, karena sama saja kau dengan mengasami luka yang sudah cukup kering di makan waktu. sebab akan kuingat seringai kemenanganmu atas kehancuran ini. bagaimana kau coba menjadi karib yang ternyata menyimpan belati di punggungmu. sementara aku begitu naif, menganggapmu teduh.

ah, kau merusak moodku malam ini. seharusnya tak usah lagi kau hubungi aku, kita sudah cukup bahagia dengan hidup kita masing-masing. dan selamat untukmu, karena prinsipmu masih tak terbantahkan. atau jangan – jangan ini hanya sebuah bentuk rasa bersalahmu, sehingga kau berusaha ingin tetap tahu bahwa aku baik-baik saja. hahaahaha……kau salah, aku mungkin memang rapuh untuk hal ini. tapi kau harus ingat bahwa hidup tak hanya akan memikirkan kepicikan hati, dan maaf sedikitpun aku tak peduli itu.  dan memori omong kosong yang kau titipkan di ruang masa laluku, sudah lama kusingkirkan. dan kau tak akan menempati tempat apa-apa di sana.

jadi sudahi basa-basimu, karena aku sudah paham cabang lidahmu. dan akan lebih bahagia nampaknya jika kita sama-sama berhenti mengenal.

eh, sorry baterai hpku low nech lain kali kuhubungi lagi yach” pamitmu

hahaha…..apa susahnya jujur berkata “aku tak tahu harus bicara lagi

ups!

Iklan
Komentar
  1. ummi fatan berkata:

    Selamat sobat karena kamu mampu memerdekakan dirimu…batam telah merubah dan menguatkan dirimu atas jajahan hati dan perasaan manusia. menaruh harap pada yang tak jelas adalah sedekah yang tak perlu…………bravo for u

    pastikan dirimu mencintai orang yang juga mencintai mu. karena dengan bgitu dunia akan terasa adil…

    he..he..

    ummu fatan.

    • hahaha……sudah kumaafkan semua luka dan harap.
      berdamai dengan perih sudah cukup menguras energi, apatah lagi harus menggali lubang kenangan yang dengan susah payahku kubur.
      kau cukup tau aku, sahabat. dan biarkanlah keadilan Tuhan yang akan turut andil dan membuka mata hatinya.
      ;-p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s