Arsip untuk Juli, 2010

menjelang isya, sebuah telpon dari seberang.

hallo, apa kabar? maaf, masih sisa dari pulsa yang kau berikan padaku, teman baik?” jawabku

mmm….begini. tak sedikitpun kuharapkan kabar darimu, karena sama saja kau dengan mengasami luka yang sudah cukup kering di makan waktu. sebab akan kuingat seringai kemenanganmu atas kehancuran ini. bagaimana kau coba menjadi karib yang ternyata menyimpan belati di punggungmu. sementara aku begitu naif, menganggapmu teduh.
(lebih…)

purnamaBukankah pernah kulihat bulan di pangkuanmu? Bulan yang ingin sekali kupinjam. Bukankah pernah pula Kita berbagi angin bersama.  Merasakan badai dan sepoi-sepoinya. Tapi waktu itu mungkin aku yang tak bersungguh-sungguh, sobat. Aku tak benar-benar berbagi, karena aku telah terlena dengan hembusan cinta yang ditawarkan senja sehingga aku lupa bahwa kita pernah mentertawakan orang-orang yang memberhalakan “kekerdilan” itu. (lebih…)

ain, bertambuh-tambuh rengek kusuapkan ke telingamu, namun matahari tak jua tenggelam dari matamu. ain, siang itu aku tak dapat lagi membendung hujan, kemarau sudah mencekik hatiku. ain, kau tau teduh yang selama ini menaungiku, memupuk bunga-bunga di taman kehidupanku tiba-tiba menguap bersama senja, (lebih…)