Surat Untuk Saga

Posted: Juni 4, 2010 in surat-surat yang tak terkirimkan

(Satu)

Saga, kau harus banyak belajar pada karang.

Kapan ia pernah mengeluh, walau setiap detik gelombang menerjangnya.

Berhentilah jadi pasir, selalu berubah setiap kali ombak menyapa.

Saga, tetaplah merah.  Semerah darah yang mengalir di sepanjang nadi

dan berkecipak di dalam jantung.

Berani meretas kehidupan…

(Dua) 

Perempuan laut itu, adalah kau.

Selalu tahu jalan pulang walau berjalan di kegelapan.

Tersebab bintang-bintang menjadi kawan

(terima kasih Tuhan atas nafas yang masih kau titipkan di ragaku dan nurani yang masih bisa kujenguk sewaktu-waktu)

ruang maya, 2009-2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s