Arsip untuk Juni, 2010

(Hujan siang bolong, Tukang Pos berbasah-basah menyerahkannya padaku. Makan siang baru seteguk Chocolateshake hangat dan segigit Tempura)

Salam Sejahtera,

Apa kabar dirimu? Kau mungkin terkejut dengan kedatangan surat ini, karena tak akan kau temui namaku dalam list orang-orang yang kau kenal. Namun aku sangat mengenalmu dengan baik. Itu berkat seseorang yang pernah sama-sama kita cintai. “Laki-laki di lembayung senja”. Tentu bukan nama yang asing bagimu, bukan? Ya, akulah perempuan setelahmu itu.

Aku harap jangan kau tanyakan maksud isi suratku ini.

Aku cemburu. (lebih…)

(malam membaca kabarnya)

 

Teman, jangan lagi menanyakan rindu padaku. Rindu hanya lantunan lirih dari radio-radio usang. Terlalu tua untuk mewakili kegelisahan. Aku tak tahu (dan mungkin kau juga) apakah yang selalu kita dialogkan itu adalah rindu yang sebenarnya. Atau ia hanya sebuah interaksi social yang menandakan kita pernah mempunyai kenangan.

 

Sudahlah teman, jangan lagi menanyakan rindu padaku. Rindu hanya ada dalam lirik-lirik puisi dari penyair yang sedang mabuk. (lebih…)

Pagi-Pagi Membaca Sepucuk Surat Yang Tak Beralamat Di Atas Meja

Salam kangen,

Semoga Tuhan memberkahi setiap detik yang kita lalui, dan setiap hembusan nafas yang lalu lalang dari hidung ke paru-paru. Selalu….

Maaf, sebelumnya karena tak kubalas SMSmu yang terakhir. Bukan aku tak berpulsa, bukan pula karena jaringan operator yang sedang sibuk (karena perang tarif yang gila-gilaan) ataupun bukan karena aku tak rindu padamu (selalu Kak, selalu ada rindu untukmu). Aku hanya sedang menata hati dan hidupku, Kak. (lebih…)

(Satu)

Saga, kau harus banyak belajar pada karang.

Kapan ia pernah mengeluh, walau setiap detik gelombang menerjangnya.

Berhentilah jadi pasir, selalu berubah setiap kali ombak menyapa.

Saga, tetaplah merah.  Semerah darah yang mengalir di sepanjang nadi

dan berkecipak di dalam jantung.

Berani meretas kehidupan…

(Dua) 

Perempuan laut itu, adalah kau.

Selalu tahu jalan pulang walau berjalan di kegelapan.

Tersebab bintang-bintang menjadi kawan

(terima kasih Tuhan atas nafas yang masih kau titipkan di ragaku dan nurani yang masih bisa kujenguk sewaktu-waktu)

ruang maya, 2009-2010

Hello world!

Posted: Juni 4, 2010 in rantau merah

I’M COMMIN’